Sabtu, 16 Juli 2011

Bidang-bidang dalam penelitian


Penelitian dalam Kelompok ilmiah Remaja dibagi menjadi 3, yaitu bidang IPA, IPS, dan Rekayasa/Aplikasi Teknologi :
REKAYASA TEKNOLOGI :

Revolusi industri Eropa yang dimulai sejak abad 18 dengan secara telak telah
menempatkan akal sebagai pegangan tolak ukur kebenaran segala hal, dan khususnya
dalam perkembangan teknik rekayasa. Memang sudah sangat jelas bahwa keberaturan
alam semesta ini didasarkan atas hukum sebab akibat yang mana hal itu sangat sesuai
dengan pola pemahaman akal manusia. Pola hukum sebab akibat dalam keberaturan alam
semesta ini sangat terlihat dalam alam makro, sehingga dalam alam kasat mata ini kita
mengenal adanya hukum-hukum fisika klasik yang sangat dipahami oleh akal jasad ini
(otak manusia).
Perkembangan rekayasa teknologi untuk memudahkan kehidupan manusia ada dalam
ranah fisika-fisika klasik. Dan memang perkembangan teknologi dimaksudkan agar si
manusia -tak lebih dari sebagai sebuah jasad- bisa dimudahkan dalam berbagai peri
kehidupannya, meskipun efek yang diharapkan ialah supaya terwujudnya suatu kepuasan
bathin. Tapi bisakah ada kepuasan bathin ketika keinginan-keinginan jasad sudah
terpuaskan? Dan apakah ada keinginan-keinginan jasad yang bisa terpuaskan?

Teknik Rekayasa Biologi

Teknik rekayasa biologi berhubungan dengan teknik pemrosesan secara biologi pada umumnya. Bidang ini merupakan dasar disiplin ilmu yang luas yang juga mencakup desain produk, daya tahan dan analisis dari sistem biologi. Pada umumnya,teknik rekayasa biologi berkaitan baik itu dengan dunia pengobatan maupun dunia pertanian.

Teknik Sipil dan Teknik Bangunan

Teknik sipil adalah sebuah disiplin teknik professional yang terkait dengan konstruksi dan desain sector-sektor umum dan pribadi, seperti : jembatan, jalan, bendungan dan bangunan.

Teknik Kimia

Teknik kimia adalah cabang dari ilmu teknik yang berhubungan dengan aplikasi ilmu kimia, fisika, dan matematika untuk pemrosesan bahan-bahan mentah atau bahan kimia menjadi bentuk yang lebih berguna dan berharga.

Teknik Industri

Teknik industri bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu, uang, bahan, energi dan sumberdaya lainnya.

Ilmu Bahan


Sebuah bidang ilmu yang multidisiplin yang berhubungan dengan kinerja dan fungsi dari suatu materi dalam setiap dan semua aplikasi baik secara mikro, nano, dan struktur atom, serta kebalikannya. Bidang ini terkadang berhubungan juga dengan kajian dari sifat dan penggunaan dari berbagai jenis materi, seperti logam, keramik, dan plastik serta potensi aplikasi secara tekniknya.

Teknik Elektro, Teknik Komputer

Teknik elektro adalah cabang dari teknik yang berhubungan dengan teknologi kelistrikan, terutama desain dan aplikasi dari rangkaian dan peralatan untuk menghasilkan daya dan distribusinya, control mesin, dan sistem komunikasi. Seorang insinyur computer adalah seorang insinyur elektro yang memiliki konsentrasi pada sistem logika digital atau perancang piranti lunak dengan focus pada interaksi antara program piranti lunak dan arsitektur piranti keras yang mendasarinya.

Teknik Mesin


Teknik mesin adalah disiplin teknik yang berhububgan dengan aplikasi dari prinsip-prinsip fisika untuk analisa, perancangan, manufaktur, dan pemeliharaan sistem mesin. Insinyur mesin menggunakan prinsip-prinsip ini dan dipadukan dengan prinsip lain dalam perancangandan analisis dari otomobil, pesawat terbang, system pamanas dan pendingin, mesin-mesin produksi, peralatan dan mesin-mesin industry, peralatan medis, dan lain sebagainya.

Robotika

Robotika adalah ilmu dan teknologi mengenai robot yang meliputi desain, produksi, dan aplikasinya.

Termodinamika

Termodinamika adalah ilmu fisika yang mempelajari hubungan dan pengubahan antara panas dan bentuk energy lainnya.

http://www.ispo.or.id
http://www.scribd.com

IPA
Ilmu alam (Inggris:natural science) atau ilmu pengetahuan alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun
Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint" (Agus. S. 2003: 11)
Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.
Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik & nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora, teologi, dan seni.
Matematika tidak dianggap sebagai ilmu alam, akan tetapi digunakan sebagai penyedia alat/perangkat dan kerangka kerja yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam. Istilah ilmu alam juga digunakan untuk mengenali "ilmu" sebagai disiplin yang mengikuti metode ilmiah, berbeda dengan filsafat alam. Di sekolah, ilmu alam dipelajari secara umum di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(biasa disingkat IPA).
Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti
Di samping penggunaan secara tradisional di atas, saat ini istilah "ilmu alam" kadang digunakan mendekati arti yang lebih cocok dalam pengertian sehari-hari. Dari sudut ini, "ilmu alam" dapat menjadi arti alternatif bagi biologi, terlibat dalam proses-proses biologis, dan dibedakan dari ilmu fisik (terkait dengan hukum-hukum fisika dan kimia yang mendasari alam semesta).

Pendidikan ilmu pengetahuan alam di Indonesia

Kedudukan ilmu pengetahuan alam (IPA)

Ilmu berkembang dengan pesat, yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang utama yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural sciences) dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the social sciences). Ilmu-ilmu alam membagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences) (Jujun. S. 2003). Ilmu alam ialah ilmu yang mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat mempelajari makhluk hidup di dalamnya. Ilmu alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari massa dan energi), kimia (mempelajari substansi zat), astronomi (mempelajari benda-benda langit dan ilmu bumi (the earth sciences) yang mempelajari bumi kita.

Hakekat Sains dan Pembelajaran Sains

Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, mineralogi, meteorologi, dan fisika, sedangkan life science meliputi anatomi, fisiologi, zoologi, citologi, embriologi, mikrobiologi.
IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu, serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya, jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya, yaitu teknologi adalah lebar. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit, sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer), ibarat mata uang, yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology).
IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra, 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen.
IPS
Ilmu sosial (Inggris:social science) atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris:social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif. Demikian pula, pendekatan interdisiplin dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa aspek dalam metodologi ilmu sosial. Penggunaan metoda kuantitatif dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi dan konsekuensinya.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.

Cabang utama

Cabang-cabang utama dari ilmu sosial adalah:
  • Antropologi, yang mempelajari manusia pada umumnya, dan khususnya antropologi budaya, yang mempelajari segi kebudayaan masyarakat
  • Ekonomi, yang mempelajari produksi dan pembagian kekayaan dalam masyarakat
  • Geografi, yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi
  • Hukum, yang mempelajari sistem aturan yang telah dilembagakan
  • Linguistik, yang mempelajari aspek kognitif dan sosial dari bahasa
  • Pendidikan, yang mempelajari masalah yang berkaitan dengan belajar, pembelajaran, serta pembentukan karakter dan moral
  • Politik, yang mempelajari pemerintahan sekelompok manusia (termasuk negara)
  • Psikologi, yang mempelajari tingkah laku dan proses mental
  • Sejarah, yang mempelajari masa lalu yang berhubungan dengan umat manusia
  • Sosiologi, yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia di dalamnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar